Kemudian dampak dari pandemi Covid-19 pada perekonomian dan keuangan diperkirakan berlanjut untuk tahun 2022. Oleh karena itu arah kebijakan keuangan daerah juga disusun untuk tetap mempertahankan stabilitas perekonomian. Dan terakhir tekanan di sektor pendapatan diperkirakan masih akan terjadi baik sebagai akibat dari belum pulihnya perekonomian dan tekanan yang terjadi pada keuangan negara, sehingga pengalokasian belanja tetap akan ketat dengan menggunakan prinsip money follow program priority.
“Walau tidak seorang pun yang dapat memprediksi kapan pandemi Covid-19 ini akan berakhir, namun kita sangat berharap dan harus optimis bahwa perekonomian kita pada tahun 2022 akan mengalami pertumbuhan yang positif, seiring dengan kenormalan baru aktivitas perekonomian kita,” harapnya.
Wabup Sergai menyebut, penyusunan APBD Kabupaten Sergai tahun 2022 juga didasari 7 Program Pembangunan Daerah yang disebut dengan “Sapta Dambaan”.
“Yaitu pertama, sekolah mandiri, terampil, asri, dan berkualitas (Mantab). Kedua, masyarakat yang sehat dan religius. Ketiga, pertanian berkelanjutan. Keempat, infrastruktur terintegritas. Kelima, ekonomi berdaya saing. Keenam, wisata maju terus. Dan terakhir, birokrasi dambaan,” tutur Adlin lagi.






