“Ini menunjukkan kualitas kredit sektor pertanian di Tapanuli Selatan sangat sehat dan memiliki potensi besar untuk terus dikembangkan melalui sinergi bersama perbankan, termasuk Bank Sumut,” katanya.
Menjawab kebutuhan tersebut, Direktur Utama Bank Sumut, Heru Mardiansyah, mengatakan KUR BERKAH merupakan bentuk nyata keberpihakan Bank Sumut terhadap penguatan ekonomi masyarakat kecil dan pelaku usaha mikro.
“KUR BERKAH dirancang dengan pendekatan berbasis kelompok atau grameen model untuk mendorong kemandirian pelaku usaha mikro, khususnya perempuan pra-sejahtera, sekaligus membantu masyarakat terhindar dari praktik rentenir,” ujar Heru Mardiansyah.
Dalam kesempatan itu, Bank Sumut juga menyerahkan secara simbolis program KUR BERKAH kepada 13 nasabah dari dua kelompok usaha mikro. Selain itu, Bank Sumut turut merealisasikan penyaluran KUR dengan skema bunga 0 persen sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan usaha masyarakat kecil.
Tidak hanya menghadirkan akses pembiayaan, Bank Sumut juga memperkuat sinergi pembangunan daerah melalui penandatanganan kerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan, Perum Bulog, BPJS Ketenagakerjaan, serta kelompok tani dalam program penyaluran KUR bagi petani jagung.












