Scroll untuk baca artikel
MEMPROSES ADSENSE...

Dukung Kedan News

Dukung Kedan News

Klik gambar untuk mengetahui cara mendukung Kedan News.

Berita Utama

Bantah Kesaksian R, Sherly Sebut CCTV Tidak Utuh dan Diduga Direkayasa. R Sebut MCB Dimatikan Hingga CCTV Tidak Merekam

×

Bantah Kesaksian R, Sherly Sebut CCTV Tidak Utuh dan Diduga Direkayasa. R Sebut MCB Dimatikan Hingga CCTV Tidak Merekam

Sebarkan artikel ini

Usai Sidang KDRT di Pengadilan Negeri Lubuk Pakam, Terdakwa Tegaskan Tidak Ada Penganiayaan dan Minta Pemulihan Nama Baik, Keterangan Berseberangan di Sidang KDRT di Pengadilan Negeri Lubuk Pakam, Fakta Peristiwa Masih Jadi Perdebatan

Suasana persidangan perkara dugaan KDRT saat pemutaran rekaman CCTV oleh Jaksa Penuntut Umum di Pengadilan Negeri Lubuk Pakam dalam kondisi sidang terbuka, Kamis (23/4/2026). (kedannews.co.id/Foto: Ist).

Dukung Kedan News

Dukung Kedan News

Klik gambar untuk mengetahui cara mendukung Kedan News.

Selain CCTV, Sherly turut mempertanyakan barang bukti yang diajukan, termasuk pakaian yang dinilai tidak sesuai dengan kejadian.

“Dia menyerahkan baju krem dan putih, padahal di CCTV dia pakai baju abu-abu. Jadi itu tidak ada hubungannya dengan kejadian 5 April,” ujarnya.

MEMPROSES ADSENSE...

Ia juga menyebut jumlah rekaman CCTV yang diserahkan tidak lengkap. Dari lima titik kamera yang seharusnya ada, hanya tiga yang dihadirkan dalam persidangan.

“Yang di luar, kiri dan kanan, tidak diserahkan. Bentuk CCTV-nya juga berbeda, bukan seperti yang ditunjukkan,” tambahnya.

Kuasa Hukum Soroti Kejanggalan Fakta Persidangan

Kuasa hukum Sherly, Jonson Sibarani, menilai banyak kejanggalan yang terungkap selama persidangan, khususnya terkait alat bukti CCTV.

“Kalau seseorang dianiaya di rumahnya sendiri, tentu semua rekaman akan ditunjukkan. Tapi faktanya tidak ada satu pun rekaman yang memperlihatkan klien kami melakukan penganiayaan,” ujarnya.

Ia juga menilai rekaman yang ditampilkan tidak autentik karena merupakan hasil tangkapan layar, bukan rekaman asli dari sistem CCTV.

“Selain dipilih-pilih, itu juga diduga sudah direkayasa. Bahkan suara dalam video dimatikan,” katanya.

Cek Kesehatan Gratis Pemko Medan