Selain itu, personel juga menggunakan tiga unit sepeda motor untuk menunjang mobilitas di lapangan. Perlengkapan seperti senjata api sesuai standar operasional, helm tactical, serta perlindungan bodyface dan kevlar turut digunakan sebagai bentuk kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi gangguan kamtibmas.
IPDA Henri menambahkan bahwa pendekatan yang dilakukan dalam patroli ini mengedepankan sikap humanis. Menurutnya, kehadiran aparat tidak hanya sebagai pengamanan, tetapi juga memberikan rasa tenang bagi masyarakat.
Dari hasil pelaksanaan patroli, situasi kamtibmas di seluruh wilayah terpantau dalam keadaan aman, kondusif, dan terkendali. Hal ini menunjukkan bahwa sinergi antara aparat keamanan dan masyarakat berjalan dengan baik.
Secara umum, kegiatan patroli pengamanan malam Paskah ini menjadi bukti nyata kehadiran negara dalam menjamin kebebasan masyarakat menjalankan ibadah, sekaligus menjaga stabilitas keamanan di wilayah Kota Gunungsitoli.












