Scroll untuk baca artikel
MEMPROSES ADSENSE...
LifestylePolitik

Budaya Balas Pantun Pada Pernikahan Adat Melayu Batu Bara

×

Budaya Balas Pantun Pada Pernikahan Adat Melayu Batu Bara

Sebarkan artikel ini

Suku Melayu adalah sekelompok etnis dari orang-orang autronesia terutama yang menghuni Semenanjung Malaya, Sumatera bagian timur, bagian selatan Thailand, pantai selatan Burma, Pulau Singapura, Borneo pesisir termasuk Brunei, Kalimantan, Sarawak dan Sabah pesisir (Wikipedia.org). Secara kolektif, daerah-daerah yang dihuni oleh suku Melayu ini dikenal sebagai alam Melayu. Adapun persebaran suku Melayu di Indonesia banyak mendiami Pulau Sumatera bagian timur, seperti di Siak, Riau. Namun terdapat juga beberapa daerah di bagian Sumatera Utara yang didiami suku Melayu, yaitu Medan, Serdang Bedagai, Langkat, dan Tanjung Balai. Kawasan Medan sekitar dikenal sebagai Melayu Deli, Langkat dikenal sebagai Melayu Langkat, Perbaungan dan Serdang Bedagai dikenal sebagai Melayu Serdang, daerah pedalaman Batubara dan Tanjung Balai dikenal sebagai Melayu Batubara. Yang membedakan antara Melayu satu dengan yang lainnya terdapat pada dialeknya saja, sedangkan untuk adat istiadat dan tata-cara peradatannya semuanya sama.

Batubara pada umumnya yaitu bersendi syarak, syarak bersendikan kitabullah, dan juga nilai-nilai luhur budaya nenek moyang serta norma-norma sosial yang ada dalam masyarakatnya, menyebabkan adat dalam masyarakat Kab. Batubara memegang peranan penting dan kedudukan terhormat baik di dalam kehidupan pribadi, bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Petatah petitih melalui adat, diselosaikan, yang koruh dijonihkan sehingga terciptalah kerukunan antar sesama. Melalui adat, ringan sama dijinjing, sakit jonguk Sehingga terciptalah rasa kegotongroyongan, senasib sepenanggungan, seaib semalu yang hakekatnya mengkokohkan persatuan dan kesatuan adat masyarakat. Melalui adat pula dikembangkan sifat-sifat yang terpuji, insan-insan yang berkepribadian, bertaqwa, bertanggungjawab, berwawasan luas, memiliki etos kerja yang tinggi, bertenggang rasa dan sebagainya. Adat dalam masyarakat Kab. Batubara juga mampu mewujudkan berbagai kemuliaan dan mafaat dalam sendi kehidupan, salah satu perwujudannya

Sumpah Pemuda Pemko Medan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *