Scroll untuk baca artikel
MEMPROSES ADSENSE...
LifestylePolitik

Budaya Balas Pantun Pada Pernikahan Adat Melayu Batu Bara

×

Budaya Balas Pantun Pada Pernikahan Adat Melayu Batu Bara

Sebarkan artikel ini

Sejak dahulu sampai sekarang Melayu hidup berpegang teguh dengan adat. Dalam bahasa Arab, adat disebut ‘adah atau dalam istilah bahasa Indonesia adalah kebiasaan. Menurut pemikiran dari Suku Melayu, adat harus dipegang teguh agar tidak punah oleh perubahan zaman sehingga adat dijadikan simbol oleh Suku Melayu. Bunyi pesan simbol dari adat yang dipegang oleh Suku Melayu sebagaimana yang disebutkan Abror, adalah “hidup dikandung adat, mati dikandung tanah”, atau dalam pepatah adat yang lain “biar mati anak, asalkan jangan mati adat”.

Selain itu, dalam gurindam dua belas yang dituturkan oleh Raja Ali Haji bahwa tak kan hilang Melayu di telan bumi. Menurut Surtina, pepatah adat tersebut menunjukkan bahwa bagi Suku Melayu sangat menjunjung tinggi adat istiadatnya. Penggunaan pantun dalam adat istiadat Melayu Sambas diantaranya adalah dalam acara perkawinan. Fungsi pantun dalam acara perkawinan tersebut untuk menyampaikan nilai pesan bagi kedua pasangan pengantin. Bahkan, adat dari Pantun Suku Melayu telah menjadi simbol dari khasnya perilaku Suku Melayu dalam acara perkawinan.

MEMPROSES ADSENSE...

Bagi Suku Melayu, adat adalah sejumlah warisan tradisi yang diturunkan sejak turun temurun dan telah menjadi hukum dan peraturan yang harus dipatuhi oleh masyarakat Melayu. Istilah adat banyak dimiliki oleh suku yang lain, oleh karena itu Suku Melayu memberi nama dari adat tersebut adalah adat istiadat. Adat istiadat yang dirumuskan oleh Suku Melayu merupakan peraturan dalam melakukan sesuatu yang tidak bertentangan dengan norma yang ada pada Suku Melayu sehingga diterima oleh adat. Agar pewarisan adat istiadat ini sudah dikenal bahkan dikenali oleh Suku yang lain, sehingga Suku Melayu merumuskan empat ciri khas dari adatnya itu sendiri diantaranya adat yang sebenar adat, adat yang diadatkan, adat yang teradat, dan adat istiadat.

Sumpah Pemuda Pemko Medan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *