Budi menambahkan, penyerapan gabah masih akan terus dilakukan, mengingat sebagian daerah di Sumatera Utara masih memasuki masa panen awal, termasuk pada awal bulan Ramadhan.
“Awal Ramadhan, sejumlah daerah masih melakukan panen awal. Jadi, penyerapan gabah terus kami lakukan sebagai cadangan beras pemerintah,” jelasnya.
Ia menyebutkan, pembelian gabah dilakukan sesuai harga yang ditetapkan pemerintah sebesar Rp6.500 per kilogram untuk gabah yang telah dikemas dan siap diangkut ke penggilingan.
Gabah yang diserap nantinya akan digunakan untuk kebutuhan cadangan beras pemerintah, termasuk program bantuan pangan, Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), serta bantuan saat terjadi bencana.
“Saya imbau para petani untuk segera memanen padi jika sudah tiba waktunya agar hasilnya maksimal,” ucap Budi.
Pada tahun 2026, Bulog Sumut menargetkan penyerapan gabah kering panen mencapai 62.718 ton guna menjaga stabilitas harga dan ketersediaan beras di wilayah tersebut.












