“Saat masyarakat Kota Medan sedang menghadapi situasi blackout gangguan listrik, personel kami tetap bekerja melakukan pengembangan. Dari hasil kerja keras tersebut, tim berhasil menangkap pemasok narkotika yang diduga menyuplai pil ekstasi ke lokasi hiburan malam tersebut,” ujarnya.
Berdasarkan pemeriksaan sementara, lanjut Rafli, pelaku diduga memanfaatkan media sosial sebagai sarana komunikasi untuk menjalankan transaksi narkotika agar terhindar dari pantauan aparat penegak hukum.
Menurut hasil pemeriksaan awal, kedua tersangka disebut mengaku telah menjalankan aktivitas tersebut selama kurang lebih dua bulan terakhir. Modus yang digunakan yakni melayani pemesanan secara tertutup, dengan permintaan yang disebut meningkat pada akhir pekan.
“Kami masih terus melakukan pengembangan terhadap jaringan ini untuk menelusuri kemungkinan adanya pelaku lain yang berada pada level di atasnya,” katanya.
Selain proses pidana, tindak lanjut kasus tersebut juga dilakukan melalui langkah administratif. Kapolrestabes Medan Kombes Pol Dr. Jean Calvijn Simanjuntak SIK MH diketahui telah melayangkan surat kepada Wali Kota Medan terkait rekomendasi penutupan dan pencabutan izin operasional Phantom KTV.






