Dalam surat itu dijelaskan bahwa lokasi hiburan malam tersebut dinilai menimbulkan keresahan di tengah masyarakat dan menjadi perhatian publik menyusul adanya pengaduan yang beredar di media sosial serta pemberitaan daring. Polisi juga menyebut hasil pengungkapan menemukan adanya aktivitas yang diduga berkaitan dengan transaksi dan penyalahgunaan narkotika.
Dari rangkaian pengungkapan kasus tersebut, aparat kepolisian telah mengamankan dua orang tersangka dengan total barang bukti sebanyak 18 butir pil ekstasi. Selain itu, petugas juga menemukan sejumlah orang yang hasil tes urinenya dinyatakan positif narkotika.
Sementara itu, Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Dr. Ferry Walintukan SIK SH MH menegaskan bahwa Polda Sumatera Utara mendukung langkah penegakan hukum terhadap segala bentuk penyalahgunaan narkotika, termasuk apabila melibatkan tempat hiburan malam.
“Polda Sumut menegaskan tidak ada toleransi terhadap penyalahgunaan dan peredaran narkotika. Tempat hiburan malam harus menjadi ruang usaha yang sehat dan taat aturan, bukan menjadi tempat terjadinya aktivitas melawan hukum. Apabila ditemukan pelanggaran, maka proses hukum akan dilakukan secara tegas sesuai ketentuan yang berlaku,” ujar Ferry saat memberikan keterangan di Mapolda Sumut, Selasa (26/5/2026).






