Pernyataan tersebut merupakan pandangan narasumber dan belum dapat dipastikan kebenarannya. Hingga berita ini diterbitkan, tidak terdapat putusan hukum maupun bukti yang menyatakan adanya keterlibatan aparat sebagaimana dugaan yang disampaikan narasumber tersebut.
Senada dengan itu, seorang tokoh agama setempat berinisial RF juga menyampaikan harapannya agar aparat penegak hukum segera merespons keresahan masyarakat.
“Kami mengajarkan kebenaran, tapi penegak hukum justru membiarkan kejahatan tumbuh subur. Jika Polres Sergai tak bergerak sampai hari ini, itu berarti ada yang dijaga, ada yang dilindungi! Ini aib besar bagi seluruh penegakan hukum di Tanah Air!”
Pernyataan tersebut merupakan pendapat pribadi narasumber.
Wakil Ketua LSM Wadah Generasi Anak Bangsa (WGAB), Adit, turut mendesak agar dilakukan penindakan terhadap dugaan peredaran narkoba di wilayah tersebut. Menurutnya, laporan masyarakat perlu segera ditindaklanjuti oleh aparat berwenang.
“Laporan warga sudah menumpuk, bukti sudah terang benderang di mata umum. Tapi Polres Sergai bungkam seribu bahasa!”
Ia kemudian melanjutkan:
“Kami tidak akan diam melihat ini terus berulang. Kami meminta Polda Sumatera Utara segera bertindak tegas: turun langsung ke lokasi, tangkap para pengedar, dan periksa siapa oknum yang sengaja melindungi mereka! Jika Polres Sergai mandul, maka ganti mereka yang mampu menegakkan hukum!”












