Menurut dia, hampir setiap hari truk pengangkut kayu rambong melintas dengan muatan tinggi di kawasan Simpang Canang. Kondisi itu disebut memunculkan rasa takut bagi warga sekitar.
“Pagi, siang, sore bahkan malam truk kayu itu lewat. Muatannya tinggi kali. Kami yang mangkal di simpang takut juga kalau truk itu terguling atau kayunya jatuh. Pernah juga bulan April lalu truk itu nyasar nabrak gerobak jamu dan warung es kelapa di simpang. Untung tak ada korban jiwa, tapi kedainya rusak,” ungkapnya.
Peristiwa yang terjadi pada April 2026 itu disebut sempat menjadi perhatian warga setelah sebuah truk pengangkut kayu rambong diduga kehilangan kendali dan menabrak lapak pedagang di sekitar Simpang Canang.
Meski tidak menimbulkan korban jiwa, kejadian tersebut memunculkan kekhawatiran masyarakat akan potensi kecelakaan yang lebih fatal apabila pengawasan terhadap kendaraan ODOL tidak diperketat.
Menindaklanjuti keluhan masyarakat, media ini melakukan konfirmasi ke Dinas Perhubungan Kota Medan. Kepala Bidang Pengendalian, Pengoperasian dan Keselamatan (PP&K) Dishub Kota Medan, Richard Medy, menyampaikan pihaknya telah beberapa kali turun langsung ke lokasi untuk melakukan pengawasan.












