Selain itu, FPKS berpendapat akan ada manfaat tambahan dari integrasi ini kedepan, yaitu budidaya ternak sapi bisa menghasilkan bahan baku pupuk organik, mengingat kita masih tergantung pupuk kimia yang nota bene bahan bakunya harus didatangkan dari luar negeri. “Jika ketersediaan bahan baku berkurang, maka otomatis akan terjadi kelangkaan pupuk di dalam negeri dan harga pupuk kimia melambung tinggi seperti saat ini harga urea saja sudah tembus angka Rp 500 ribu pet sak sebelumnya hanya Rp250 per sak.
Penulis: Mery Ismail, S.Sos
Editor : Mery Ismail, S.Sos
Simak Vidio: Judi Membawa Petaka, Ayah Kandung Tidur Di Balik Jeruji, Mertua Diliang Kubur
FPKS Sepakat Ranperda Integrasi Budidaya Sapi Potong dan Kebun Sawit Menuju Swasembada Daging di Sumut












