Ikhyar menambahkan, pencalonan Gibran sebagai cawapres tidak mencerminkan politik dinasti karena sesuai dengan UU dan peraturan hukum yang berlaku.
“Dinasti politik itu bisa terjadi jika memenuhi beberapa syarat, misalnya bentuk negara tersebut kerajaan sehingga suksesi kekuasaan berdasarkan keturunan atau memaksakan suksesi kekuasaan dengan melanggarkan undang undang, semua syarat tersebut tidak terjadi pada pencalonan Gibran sebagai cawapres,” ungkap Ikhyar.
Mantan Aktivis 98 ini mengatakan tudingan politik dinasti kepada Jokowi dan Gibran bertujuan menggerus suara pasangan Prabowo Subianto – Gibran pada pilpres 2024
“Mereka sebenarnya sangat tahu mengenai isi undang undang pilpres ini, satu satunya cara untuk menghempang banjir suara dari kalangan milenial dan pendukung Jokowi terhadap pasangan Prabowo-Gibran dengan mengkampanyekan politik dinasti, tapi masyarakat khususnya pemilih milenial dan generasi Z tidak akan terpengaruh, karena mereka punya style dan logika sendiri dalam memilih pemimpin,” ungkap Ikhyar
Menurut Ikhyar, sejarah Republik Indonesia pernah punya pengalaman kaum muda memimpin bangsa ini dan berhasil












