“Saya tidak keberatan diliput maupun ditayangkan, biar publik tahu siapa yang salah dan siapa yang benar. Biar anak-anak juga tahu, jangan sampai salah menilai,” tegas Sherly kepada wartawan.
Ia bahkan secara terbuka meminta agar hasil liputan tersebut tetap dipublikasikan.
“Tayangkan saja, jangan tidak ditayangkan,” ujarnya.
Lebih lanjut, Sherly juga menyampaikan harapannya kepada majelis hakim agar memutus perkara secara objektif serta memulihkan nama baiknya.
“Saya mohon kepada majelis hakim agar objektif. Saya benar-benar merasa sebagai korban dan tidak pernah menganiaya mantan suami saya sedikit pun. Saya berharap bisa bebas murni dan nama baik saya dipulihkan,” ungkapnya.
Catatan Dinamika Sidang
Peristiwa dalam persidangan ini memperlihatkan dinamika yang cukup kompleks: di satu sisi terdapat kekhawatiran saksi terhadap dampak pemberitaan, sementara di sisi lain terdakwa justru mendorong keterbukaan informasi kepada publik.
Situasi tersebut menjadi cerminan bagaimana perkara KDRT tidak hanya menyentuh aspek hukum, tetapi juga dimensi sosial, psikologis, serta ruang publik melalui pemberitaan media.












