“Kami diajarkan bahwa dasar pertanian ini adalah harus punya pH meter. Jadi dasarnya, pH tanahnya harus bagus dulu biar tanah tersebut dapat menerima pupuk dengan maksimal serta hama-hama juga berkurang,” ujar Jinto.
Jinto juga menyampaikan bahwa mereka juga telah mempraktikan pemberian dolomit sekitar dua kilogram per pokok, pada tanah yang sudah dicacah sebelumnya. Pemberian dolomit tersebut berfungsi untuk memberikan nutrisi yang berharga bagi tanaman, serta membantu memperbaiki pH tanah agar sesuai dengan kebutuhan tanaman.
“Tadi kita juga membuat tempat pembuangan sampah tunas-tunas kering. Di bawah tajuk itu, ada korekan kira-kira 30×40, atau bisa tambah panjang lagi. Nanti sampah-sampah pemangkasan dimasukkan kedalam dan diberi pupuk urea. Setelah itu, korekan tersebut ditutup kembali. Ini berfungsi sebagai humus, yaitu sumber makanan bagi tanaman dan berperan menjaga struktur tanah,” kata Jinto.
Pada kesempatan yang sama, Jinto menyampaikan sejak hadirnya kerjasama Pemkab dan HRNS, pengetahuan petani semakin bertambah.
Tidak lupa, Jinto juga menyampaikan terimakasih kepada Bupati Dairi Eddy Berutu.












