Kenaikan harga bawang merah saat ini dipicu oleh kendala cuaca, yakni banjir dan air pasang di sentral produksi bawang merah di Brebes, Jawa Tengah. Hal itu menyebabkan gangguan produksi dan transportasi.
“Biasanya gangguan transportasi akan cepat teratasi. Namun yang dikhawatirkan adalah dampak banjir terhadap tanaman bawang. Hal itu akan memaksa petani melakukan panen dini sehingga kualitas menurun atau bahkan mengalami gagal panen sehingga suplai berkurang” kata Ridho.
Sementara untuk bawang putih, terdapat tren kenaikan harga meskipun harga di Sumut relatif lebih rendah dibanding harga di Jawa.
”Untuk bawang putih, HET sebesar Rp.32.000, sementara harga di lapangan sebesar Rp.36.000. Artinya sedikit diatas HET. Namun, karena ini komoditi impor, maka simpul yang harus diwaspadai adalah di level importirnya. Apakah mereka sudah merealisasikan izin importnya atau ada faktor kesengajaan untuk menahan pasokan?” ujar Ridho.
Dilanjutkan, untuk harga beras saat ini mulai melandai. Hal ini seiring dengan masuknya beras dari Sulawesi dan Aceh. Ditambah lagi menjelang panen raya maka dipastikan beras-beras lokal akan masuk ke pasar. Yang justru harus diwaspadai adalah kebijakan Bulog dalam mendistribusikan beras ke masyarakat.












