”Dalam kondisi panen raya dan pasokan melimpah, akan lebih baik Bulog mengurangi distribusi beras SPHP dan fokus pada penyerapan gabah petani. Hal ini untuk menjaga agar harga beli di tingkat petani nantinya tidak merosot tajam” tambah Ridho.
Terkait dengan harga minyak goreng yang selalu diperdagangkan di atas HET, Ridho menjelaskan hal tersebut dipengaruhi oleh realisasi ekspor minyak goreng yang mengalami penurunan, sehingga realisasi domestic market obligation (DMO) juga mengalami penurunan, sementara HPP (Harga Pokok Produksi) mengalami kenaikan.
”Dari informasi pedagang, beberapa bulan yang lalu mereka sempat kesulitan mendapatkan produk minyakita, padahal kehadiran minyakita sebagai penyeimbang harga minyak goreng di pasar. Hal ini yang menyebabkan kesulitan dalam menyeimbangkan HET dengan harga pasar” ujar Ridho.
Dalam kondisi beberapa komoditi mengalami kenaikan harga, Ridho menghimbau agar pelaku usaha tidak melakukan praktek perdagangan curang yang menyebabkan harga semakin tinggi seperti melakukan penimbunan, penahanan pasokan, atau tindakan lain yang menyebabkan persaingan usaha tidak sehat dan merugikan konsumen.












