Rahma juga menjelaskan selain pangsa pasar yang menjanjikan, alasan lain menekuni kerajinan coiling adalah ingin menjadikan Dairi sebagai salah satu pemasok utama Coiling di Sumatera dan Indonesia.
“Di Sumatera Utara, hanya terdapat empat daerah yang merupakan pemasok coiling, yaitu Tanah Karo, Binjai, Labuhan Batu, dan baru-baru ini ada Dairi.
Mengingat permintaannya yang cenderung meningkat, maka kami ingin Dairi mampu menjadi pemasok coiling seperti daerah-daerah lainnya,” bebernya.
Jika diperhatikan, kata Rahma, coiling yang dihasilkan Dairi dan Sumatera Utara lebih estetik jika dibandingkan dengan daerah lainnya. Pengrajin coiling Sumut juga sudah sepakat bahwa serat bambu pada coilingnya harus terlihat sehingga bisa menjadi ciri khas coiling Sumut.
Pada kesempatan yang sama, Nimrot Sinaga, yang juga merupakan pegiat coiling bambu dari Kelurahan Sidiangkat turut menyampaikan alasan ketertartarikannya dengan usaha coiling tersebut.
“Saat mengikuti pelatihan dan mendengar salah seorang mentor kami bercerita tentang prospek pendapatan dari bambu, kami langsung tertarik. Pada saat itu masih pelatihan anyaman saja, kemudian kami bergiat dan berlatih hingga akhrinya kami dipanggil untuk mengikuti pelatihan coiling bambu,” ujar Nimrot,












