Salah satu upaya yang perlu dilakukan, sarannya, tetaplah mematuhi proses dan teruslah lakukan pendekatan seperti yang sudah dilakukan Gubsu Edy Rahmayadi, dengan memanggil tokoh lintas agama, masyarakat, pemuda dan lain-lain. “Ini saya kira, langkah humanis yang baik dan perlu dilakukan Satgas Covid-19 dalam rangka ikut mencegah dan mengantisipasi penyebaran pandemi,” ujarnya.
Dengan adanya pemahaman dan pengertian yang kolektif, Dimas yakin penanganannya dapat dilakukan dengan baik. “Jadi tidak usah lagi main ancam, hukum dan menakut-nakuti, karena proses diawal sudah kita lewati. Saat ini aktifitas masyarakat sudah menggeliat, tinggal kita lakukan pendekatan yang baik, humanis dan bersama-sama menjaga kesehatan,” ujarnya.
Terkait dengan dihentikannya Pembelajaran Tatap Muka (PTM) oleh sekolah dan universitas, Dimas berpendapat, hal itu sebagai sebuah konsekuensi, tapi bukan berarti PTM-nya yang salah, atau PTM penyebab terjadinya penyebaran baru.
“Bisa saja kemudian, penyebaran pandemi terjadi di sekolah atau unversitas akibat faktor lain yang belum diketahui. Jadi tidak bisa PTM disalahkan. Ini sudah fix. Paling penting, teruslah perketat protokol kesehatan, itu kata kuncinya,” ujarnya lagi.
Penulis: Aris Harianto
Editor: Mery Ismail, S.Sos






