Saat ditanya siapa aja yang mukul, Etpisken mengatakan bahwa dirinya tidak tau karena ditutupi sarung.
Namun menurut saksi lainnya yang berada di lokasi di rumah Yunus Sitepu di Tengar mengatakan bahwa yang memukuli Erpisken saat itu dengan jelas yakni, PS dan Drln, Siti Derhana Br Ginting, dan Mariana Br Sitepu.
Usai dari Tengar, Erpisken kemudian dibawa ke gudang milik Suranta Sembiring. Di gudang tersebut situasi mulai ramai.
Singkatnya, berselang 2 hari kemudian, Drln dan beberapa warga coba membawa Erpiskan ke salah satu Pegadaian di wilayah sekitar Pajak Bundar, Kota Binjai, dengan maksud untuk mengecek penyimpanan uang yang dipinjam korban Susi. Namun ternyata di pegadaian itu tidak ada simpanan uang milik Susi.
Kemudian, Drln mengajak Erpisken dan saksi warga lainnya, diantaranya saksi Selpia (43), ke rumahnya.
“Kalau kalian mau pulang, pulanglah dulu. Tapi Erpisken ini biar tinggal di sini. Bilang sama keluarganya, kalau Erpisken dibawa pulang, siapkan dulu uang Rp26 juta. Karena uangku habis Rp26 juta untuk bayar jasa GPS dan transportasi mencari dia (Erpiskan),” ujar Drln.
Selanjutnya saksi Selpia, dan rekan-rekannya dengan terpaksa pulang menujut Serapit. Namun, saat baru sampai di sekitar simpang Kec.Selesai, Kab.Langkat, Drln menghubungi saksi Selpia agar membawa keluarga Erpisken ke Rumah Sakit Al-Fuad karena kondisi Erpisken sangat lemah dan ada keluar darah dari mulutnya.












