Ia melanjutkan, “di dapur kita temukan di sana ada kompor tanam dan juga pintu-pintu yang terbuka dimana kompor ini terangkat keatas, nah itu di sana adalah terminal gas yang di gunakan untuk memasak nah jadi artinya kalau ada tekanan di sana bisa diartikan bahwa terjadi di sana kebakaran gas.”
Dalam pemeriksaan menggunakan alat pendeteksi gas, tim forensik juga mendapati adanya konsentrasi gas yang bervariasi di area dapur. Berdasarkan hasil pengukuran awal, kadar gas yang terdeteksi mencapai sekitar 10 persen Lower Explosive Limit (LEL), sehingga memerlukan penanganan lanjutan sesuai prosedur teknis.
Roy menjelaskan bahwa hasil tersebut menjadi bagian dari temuan awal investigasi dan masih akan didalami bersama pihak terkait.
“nah hasil untuk pertama yang kita temukan di sana dengan gas detektor kita menemukan ada konsentrasi bervariasi di dapur itu ada sekitar paling tidak 10% LEL nya ya jadi itu dalam konsentrasi itu harusnya gas itu bisa terdetonasi, ini perlu nanti penanganan tertentu karena gas itu kan sudah untuk penanganan awal dari PGN sudah melakukan pengamanan untuk itu jadi nanti mungkin PGN yang lebih tahu bagaimana cara mengamankan.”












