Di samping itu, imbuh Wahyu, penataan kawasan Kota Lama Kesawan yang menjadi tempat penyelenggaraan KCW perlu terus dibenahi agar masyarakat merasa senang berada di destinasi wisata baru di Kota Medan tersebut. Terlebih, Pemko Medan pasti telah mempelajari pengembangan Kota Tua Jakarta dan Semarang dan menyiapkan strategi untuk pengembangan kawasan Kota Tua di Kota Medan tersebut. Dukungan masyarakat setempat, ungkapnya, juga sangat perlu dilakukan agar daerah tersebut dapat menjadi destinasi wisata yang berkembang.
Wahyu mengungkapkan, salah satu tantangan dibukanya KCW adalah terjadi kerumunan orang. Namun, jika yang berkeruman adalah orang-orang sehat, tentunya tidak ada masalah. Dia mencontohkan di Eropa, orang ramai menonton event olah raga karena memang semua yang menonton sehat sehingga tidak menimbulkan dampak terhadap peningkatan kasus baru Covid-19.
βHanya saja Tim Satgas Covid atau pengawas yang bertugas di KCW harus benar-benar melakukan tugasnya dengan baik untuk memastikan semua aturan yang telah ditetapkan dipatuhi. Bila teledor, maka akan berdampak tidak baik bagi pelaksanaan KCW. Padahal, KCW merupakan awal pengembangan UMKM kuliner di Kota Medan,β paparnya mengingatkan.












