Konsep Green MICE yang sedang digodok bersama pelaku industri perhotelan menekankan tiga aspek utama Environmental, Social, and Governance ESG.
Perwakilan sektor perhotelan Rahmat menjelaskan standar baru ini akan mendorong penyelenggaraan event yang lebih ramah lingkungan. Mulai dari pengurangan sampah, efisiensi energi, hingga pengurangan penggunaan kertas.
“Ke depan, event tidak lagi harus mencetak banyak kertas. Semua bisa berbasis digital atau soft file. Ini bagian dari sustainability,” jelasnya.
Lebih dari itu, konsep ini dirancang agar manfaat ekonomi dapat dirasakan langsung masyarakat kecil, khususnya pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah UMKM.
Rahmat menegaskan UMKM tak boleh hanya menjadi pelengkap di sudut venue acara. Mereka harus masuk ke rantai pasok utama hotel dan event besar.
“Kita ingin UMKM bukan sekadar jualan di pojok. Mereka harus menjadi bagian resmi dari supply chain hotel dan event,” katanya.
Model pengembangan yang diterapkan adalah Hexahelix, yaitu kolaborasi antara pemerintah, akademisi, industri, komunitas, media, dan teknologi.
Dengan pendekatan ini, Odi berharap setiap event yang digelar di Medan mampu menciptakan efek domino ekonomi, mulai dari hotel, transportasi, kuliner, hingga pelaku usaha rumahan.












