PERBAUNGAN, kedannews.co.id — Orang tua seorang pelajar SMK Pantai Cermin berinisial RF, Arfin Ardian, meminta Kapolres Serdang Bedagai segera menuntaskan laporan dugaan penganiayaan dan perusakan sepeda motor yang menimpa anaknya.
Peristiwa yang dilaporkan terjadi pada Jumat, 11 September 2026, sekitar pukul 12.30 WIB, di Jalan Pante, tepatnya di depan tempat penjualan es kelapa muda, Perbaungan. Hingga berita ini disusun, keluarga korban mengaku belum memperoleh kejelasan mengenai penanganan kasus tersebut.
Berdasarkan keterangan Arfin Ardian kepada awak media, peristiwa bermula ketika RF mengendarai sepeda motor Honda Scoopy bernomor polisi BK 4633 XBH bersama seorang temannya dari arah Pantai Cermin menuju Perbaungan. Saat melintas di Jalan Pante, keduanya berpapasan dengan puluhan pelajar yang sedang melakukan konvoi sepeda motor.
Menurut keterangan yang disampaikan orang tua korban, rombongan tersebut diduga membawa sejumlah benda yang dapat digunakan sebagai senjata, antara lain kayu, tongkat bisbol, dan besi.
Dalam kejadian itu, salah seorang pengendara dari rombongan konvoi diduga menabrakkan sepeda motornya ke arah RF hingga korban dan temannya terjatuh. Setelah itu, kepala RF disebut dipukul menggunakan sepatu. Karena ketakutan, RF bersama temannya berlari ke area perkebunan kelapa sawit dan meminta pertolongan warga yang berada di sekitar lokasi.






