Arfin menilai belum adanya kejelasan mengenai identitas maupun tindakan hukum terhadap pihak yang diduga terlibat membuat keluarganya semakin khawatir. Ia pun menyampaikan permohonan terbuka kepada Kapolres Serdang Bedagai agar memberikan perhatian langsung terhadap penanganan perkara tersebut.
“Saya memohon kepada Ibu Kapolres Sergai untuk turun tangan langsung. Kasus ini jangan dibiarkan terus menggantung. Motor anak saya dirusak, kepala anak saya dipukul dan diancam, namun sampai hari ini belum ada yang bertanggung jawab. Kami meminta para pelaku segera diidentifikasi dan diproses sesuai hukum yang berlaku,” ujar Arfin Ardian.
Ia juga mengingatkan bahwa menurut pandangannya, lambannya penanganan perkara dapat menimbulkan kekhawatiran mengenai keamanan masyarakat. Arfin menyoroti keterlibatan pelajar dalam peristiwa yang dilaporkannya, karena menurut dia, pelajar semestinya berada dalam lingkungan pendidikan dan tidak terlibat tindakan yang melanggar hukum.
Keluarga korban berharap pihak berwenang melakukan penyelidikan lebih lanjut, mengumpulkan bukti, memeriksa saksi-saksi, serta menindaklanjuti laporan sesuai ketentuan hukum. Langkah tersebut diharapkan dapat memberikan kejelasan mengenai peristiwa yang dilaporkan dan pihak-pihak yang diduga terlibat.






