Burhanuddin Sitepu mengatakan, proyek revitalisasi Lapangan Merdeka akan menelan anggaran Rp 400 miliar, anggarannya ditampung di 3 tahun anggaran (multi years). Menurut dia, anggaran yang begitu besar tersebut harus tepat sasaran, revitalisasi harus memperhatikan para dunia usaha dan UMKM yang selama ini menggantungkan hidupnya dari Lapangan Merdeka.
Seharusnya menurut Wakil Ketua DPRD Medan periode 2014-2019 ini, dengan anggaran yang begitu besar, seharusnya relokasi pedagang sudah dibangun sebelum disuruh pindah. Tapi yang terjadi adalah, pedagang disuruh mengosongkan lokasi tapi tempat berjualan belum disiapkan, masih rencana lokasi saja yang disiapkan.
“Sah-sah saja revitalisasi Lapangan Merdeka, tapi pemko harus profesional, mau berapa lama lagi pedagang menunggu agar mereka bisa berdagang. Jangan dibiarkan mereka menunggu, karena berjualan adalah mata pencaharian mereka, menghidupi anak dan istri dan biaya sekolah anak-anak dari berjualan,” terangnya.
Selain itu, Demokrat menyinggung tentang janji politik Bobby Nasution pada kampanye terdahulu akan merealisasikan pembangunan Islamic Center di Kawasan Medan Utara. Pada pemerintahan Pemko Medan periode lalu sudah dianggarkan Rp 9 miliar untuk biaya perencanaan. Lokasi sudah direncanakan di Kawasan Martubung, seluas 44 hektar, pembangunan Rusunawa sampai bersedia pindah ke lokasi lain agar luas lahan terpenuhi untuk Islamic Center.












