“Pembangunan Islamic Center ini sudah sangat lama diprogramkan Pemko Medan, jauh sebelum ada pemikiran rencana revitalisasi Lapangan Merdeka. Hendaklah janji politik Wali Kota Bobby Nasution direalisasikan untuk Islamic Center, karena itu akan menjadi Ikon Kota Medan dan mendatangkan PAD yang cukup besar.
Wakil Ketua DPRD Medan Rajudin Sagala (PKS) mengatakan, mendukung revitalisasi lapangan Merdeka untuk mengembalikan fungsinya sebagai cagar budaya dan salah satu Ikon Kota Medan yang selama ini sempat hilang. Revitalisasi itu menurut dia tidak sekedar mengembalikan fungsi cagar budaya, tapi dapat juga menghidupkan ekonomi masyarakat dengan adanya UMKM di basement.
“Basement tersebut diharapkan bisa jadi tempat berdagang para pedagang kuliner dan pedagang buku, sehingga mereka tidak tergusur. Kegiatan peningkatan ekonomi masyarakat harus bisa berjalan dengan baik dari hasil revitalisasi tersebut,” ucap Rajudin.
Sementara itu pedagang buku bekas di Kawasan Lapangan Merdeka Medan juga protes kepada Pemko Medan terkait revitalisasi. Para pedagang diminta pemko segera mengosongkan lokasi karena pembangunan lapangan Merdeka akan dimulai pada 4 Juli tahun 2022. Tenant-tenant atau pemilik usaha di Kawasan Lapangan Merdeka termasuk Merdeka Walk diimbau mengosongkan lokasi sebelum 20 Juni. Namun pedagang buku dengan tegas mengatakan enggan mengosongkan kios sebelum dibangun tempat pengganti.












