“Apa hak kak menanyakan surat tugas kami?, kami kesini untuk mencari informasi,” jawab kedua wartawan.
Petugas KPPS langsung memanggil petugas kepolisian yang ada dilokasi untuk mengamankan kedua wartawan online tersebut.
“pak, pak polisi, kemari, tolong amankan kedua orang ini dikarenakan keduanya tidak bersedia surat tugas,” pintanya kepada Polisi yang berjaga di TPS.
Polisi menenangkan situasi yang sempat memanas antara petugas KPPS dengan kedua wartawan online tersebut, sehingga suasana pun langsung mencair kembali.
Namun bagi awak media, sikap arogan dan adanya dugaan tidak senang atas kehadiran wartawan ke tempat itu dengan membuat syarat sebagai dasar agar mendapat informasi sudah menjatuhkan marwah wartawan yang memang bertugas netral untuk mencari informasi yang akan ditayangkan ke publik sesuai ketentuan dan aturan yang berlaku.
Meski awak media sudah mengaku sebagai wartawan namun oknum wanita berbadan tinggi memakan kemeja putih tetap ngotot dan terlihat menelepon seseorang dengan logat kesal.
Sementara itu, Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Medan, Mutia Atiqah saat dikonfirmasi melalui pesan Whatsapp pribadinya, sangat terkejut adanya insiden tersebut lalu mengatakan tidak ada larangan.












