Ia menegaskan masyarakat tidak menolak pembangunan infrastruktur. Namun, warga menginginkan hasil pekerjaan yang memiliki kualitas baik karena jembatan tersebut merupakan akses penting bagi aktivitas masyarakat dan kendaraan pengangkut material.
“Kami minta jembatan yang kokoh, kuat, untuk anak cucu. Bukan jembatan kertas yang 1 tahun langsung hancur. Ini vital bagi kami.”
Warga juga mendesak Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga dan Bina Konstruksi Kabupaten Deli Serdang segera melakukan inspeksi lapangan guna mengevaluasi aspek teknis pekerjaan sekaligus memastikan proyek dilaksanakan sesuai spesifikasi yang telah ditetapkan.
Sampai berita ini disusun, belum terdapat penjelasan resmi dari pihak dinas mengenai alasan penggunaan metode pembangunan tersebut maupun sistem pengawasan yang diterapkan selama pelaksanaan proyek berlangsung.
Masyarakat berharap anggaran APBD senilai Rp397 juta benar-benar menghasilkan infrastruktur yang aman, berkualitas, dan dapat dimanfaatkan dalam jangka panjang sehingga tidak menimbulkan kerugian bagi keuangan daerah maupun masyarakat pengguna.
Sebelumnya, pada Sabtu (1/8/2026), warga Desa Baru telah menghentikan sementara pekerjaan pembangunan pelat beton di ruas Jalan Pancur BatuβDurin Tonggal. Penghentian dilakukan sebagai bentuk protes karena proyek dinilai dikerjakan tidak sesuai harapan masyarakat.












