Scroll untuk baca artikel
MEMPROSES ADSENSE...

Dukung Kedan News

Dukung Kedan News

Klik gambar untuk mengetahui cara mendukung Kedan News.

Berita Utama

Sidang KDRT PN Lubuk Pakam Ungkap Kejanggalan: Keterangan Saksi LK Soal CCTV dan Mati Lampu Dinilai Tidak Konsisten

×

Sidang KDRT PN Lubuk Pakam Ungkap Kejanggalan: Keterangan Saksi LK Soal CCTV dan Mati Lampu Dinilai Tidak Konsisten

Sebarkan artikel ini

Perbedaan antara BAP dan kesaksian di persidangan hingga narasi “naik turun tangga biasa saja” memicu sorotan tajam dari kuasa hukum terdakwa

Saksi LK memberikan keterangan di hadapan majelis hakim dalam sidang dugaan KDRT di Pengadilan Negeri Lubuk Pakam, Kabupaten Deli Serdang, saat menjawab pertanyaan terkait rekaman CCTV dan kondisi listrik padam, Kamis (30/4/2026). (kedannews.co.id/Foto: Ist)

Dukung Kedan News

Dukung Kedan News

Klik gambar untuk mengetahui cara mendukung Kedan News.

LUBUK PAKAM, kedannews.com – Persidangan perkara dugaan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) dengan nomor 214/Pid.Sus/2026/PN Lubuk Pakam di Pengadilan Negeri Lubuk Pakam, Kamis (30/4/2026), mengungkap sejumlah kejanggalan dalam keterangan saksi, khususnya terkait inkonsistensi pernyataan saksi berinisial LK.

Sidang yang dipimpin Hakim Ketua Hiras Sitanggang didampingi dua hakim anggota serta panitera pengganti. tersebut, menghadirkan saksi dari Jaksa Penuntut Umum (JPU), termasuk LK dan Irfan. Dalam persidangan, penasihat hukum terdakwa Sherly, Jonson Sibarani, secara intens menguji konsistensi keterangan saksi LK, terutama terkait peristiwa padamnya listrik dan keberadaan rekaman CCTV.

MEMPROSES ADSENSE...

Salah satu poin yang menjadi sorotan adalah perbedaan keterangan LK antara Berita Acara Pemeriksaan (BAP) dengan pernyataan di persidangan. Dalam BAP, saksi disebut mengaku mengetahui penyebab padamnya listrik setelah melihat rekaman CCTV.

Jonson membacakan isi BAP di hadapan majelis hakim.
“Namun setelah saya melihat rekaman CCTV yang ada di dalam rumah saya tersebut, barulah saya mengetahui bahwa lampu rumah saya tersebut mati karena MCB dimatikan oleh Erwin,” kutip Jonson dari keterangan saksi dalam BAP.

Cek Kesehatan Gratis Pemko Medan