Scroll untuk baca artikel
MEMPROSES ADSENSE...

Dukung Kedan News

Dukung Kedan News

Klik gambar untuk mengetahui cara mendukung Kedan News.

Berita Utama

Sidang KDRT PN Lubuk Pakam Ungkap Kejanggalan: Keterangan Saksi LK Soal CCTV dan Mati Lampu Dinilai Tidak Konsisten

×

Sidang KDRT PN Lubuk Pakam Ungkap Kejanggalan: Keterangan Saksi LK Soal CCTV dan Mati Lampu Dinilai Tidak Konsisten

Sebarkan artikel ini

Perbedaan antara BAP dan kesaksian di persidangan hingga narasi “naik turun tangga biasa saja” memicu sorotan tajam dari kuasa hukum terdakwa

Saksi LK memberikan keterangan di hadapan majelis hakim dalam sidang dugaan KDRT di Pengadilan Negeri Lubuk Pakam, Kabupaten Deli Serdang, saat menjawab pertanyaan terkait rekaman CCTV dan kondisi listrik padam, Kamis (30/4/2026). (kedannews.co.id/Foto: Ist)

Dukung Kedan News

Dukung Kedan News

Klik gambar untuk mengetahui cara mendukung Kedan News.

Sementara itu, saksi Irfan yang keterangannya dibacakan di persidangan menyebut dirinya mendengar suara perempuan menjerit dari dalam rumah.
“Ada menjerit suara perempuan… minta tolong,” ungkapnya.

Kuasa hukum terdakwa menilai teriakan tersebut merupakan indikasi adanya situasi darurat yang perlu ditelusuri lebih lanjut.

MEMPROSES ADSENSE...

Di sisi lain, tim penasihat hukum juga menyoroti narasi yang berkembang terkait kondisi korban. Mereka menilai terdapat ketidaksesuaian antara klaim penganiayaan dengan gambaran aktivitas dalam rekaman.

Kuasa hukum Togar Lubis menyatakan bahwa dalam rekaman terlihat seseorang masih dapat bergerak aktif.
“Dalam rekaman, bukan sekali naik turun, bolak-balik dia,” ujarnya.

Pernyataan tersebut kemudian memunculkan istilah “naik turun tangga biasa saja” yang menjadi salah satu poin kritik terhadap konstruksi dugaan peristiwa penganiayaan.

Selain itu, tim kuasa hukum juga menyoroti dugaan tidak utuhnya rekaman CCTV yang dihadirkan di persidangan. Mereka menyebut adanya selisih durasi antara yang tercantum dalam BAP dengan yang diputar di ruang sidang.

“Berdasarkan BAP, durasi sekitar 6 menit 52 detik, tapi yang diputar hanya sekitar 6 menit,” kata Togar.

Cek Kesehatan Gratis Pemko Medan