Warga Sampaikan Berbagai Keluhan
Memasuki sesi dialog, suasana berlangsung dinamis. Sejumlah warga menyampaikan persoalan yang mereka alami secara langsung.
M. Siahaan mempertanyakan keberlanjutan program bantuan peralatan usaha bagi pedagang kecil yang menurutnya pernah diberikan pemerintah beberapa tahun lalu.
Ia berharap program tersebut dapat diaktifkan kembali untuk membantu pelaku usaha mikro.
Sementara itu, A. Sinurat mengeluhkan kondisi drainase di Gang Nasional yang disebut belum pernah diperbaiki sehingga kawasan tersebut masih sering dilanda banjir saat hujan turun.
Selain itu, ia juga menyoroti lampu jalan yang banyak tidak berfungsi, persoalan limbah dari fasilitas MBG, serta meningkatnya kasus pencurian di lingkungan tempat tinggalnya.
Keluhan serupa disampaikan S. Butar Butar yang meminta normalisasi drainase di Jalan Menteng 7 karena sedimentasi membuat saluran semakin dangkal dan menimbulkan bau tidak sedap.
Ia juga meminta lampu jalan yang mati segera diperbaiki karena dinilai berpotensi memicu kecelakaan maupun tindak kriminal.
Togi Sirait meminta Pemerintah Kota Medan segera menebang pohon-pohon besar yang telah mati di sekitar fasilitas umum karena dinilai membahayakan masyarakat, terutama saat cuaca ekstrem.
Ia juga berharap ada dukungan pemerintah terhadap pembangunan pos keamanan lingkungan.
Sementara itu, seorang pedagang buah, Br. Pakpahan, mengaku kesulitan memperoleh tambahan modal usaha karena terkendala tunggakan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB).
Ia juga mengeluhkan lampu jalan di depan rumahnya yang disebut telah mati selama bertahun-tahun.
Keluhan mengenai data bantuan sosial disampaikan Iren Boru Purba.
Ia mengaku belum pernah menerima bantuan sosial karena data kepemilikan mobil yang tercatat bertahun-tahun lalu masih muncul dalam sistem meski kendaraan tersebut sudah tidak lagi dimiliki keluarganya.
Sedangkan Br. Manurung meminta pemerintah membantu penanganan tiang jaringan internet yang telah keropos dan dinilai membahayakan warga sekitar.












