Sejumlah saksi sempat melihat pelaku dan korban terlibat cekcok. Dalam situasi tersebut, emosi pelaku memuncak hingga berujung pada penganiayaan berat terhadap korban.
āKorban dipukul dan mengalami sesak di bagian dada. Setelah itu pelaku membawa korban ke rumah sakit,ā kata Immanuel.
Namun, nyawa korban tidak tertolong dan dinyatakan meninggal dunia sesampainya di rumah sakit.
Skenario Kecelakaan Terbongkar
Untuk menutupi perbuatannya, MA sempat mengaku kepada pihak rumah sakit bahwa istrinya meninggal akibat jatuh dari sepeda motor. Pengakuan tersebut sempat membuat pihak luar mengira kematian korban adalah kecelakaan lalu lintas.
Akan tetapi, polisi mencium kejanggalan dan memutuskan melakukan otopsi terhadap jenazah korban. Hasil pemeriksaan medis memastikan bahwa kematian AIP bukan disebabkan kecelakaan, melainkan akibat kekerasan fisik.
āDari hasil otopsi, ditemukan tanda-tanda penganiayaan. Setelah itu pelaku tidak bisa mengelak lagi dan langsung kami amankan,ā tegas Immanuel.
Motif Masih Didalami
Hingga kini, penyidik masih mendalami motif pembunuhan. Dugaan sementara, konflik rumah tangga dan persoalan status pernikahan menjadi pemicu. Diketahui, MA memiliki tiga orang istri, yang diduga memicu ketegangan dalam hubungan rumah tangganya dengan korban.












