Berdasarkan hasil pengawasan dan pengecekan yang yang telah dilakukan, Bobby mengungkapkan, harga test PCR sudah sesuai dengan standar yang telah ditetapkan pemerintah. Hanya saja bilang Bobby, masyarakat yang justru selalu meminta cepat. “Jadi penyedia layanan test PCR terkadang memainkan di situ. Warga yang ingin hasil test PCR cepat keluar, maka penyedia layanan test menaikkan harga. Untuk itu kita berharap kepada penyedia layanan test PCR dan masyarakat harus ikut aturan,” imbaunya.
Berapa kegiatan yang selama ini mengharuskan untuk test PCR, jelas Bobby Nasution, sudah mulai berkurang. Bagi yang ingin berpergian dan membutuhkan test PCR sebagai salah satu persyaratannya, ia minta agar masyarakat mempersiapkannya sebelum keberangkatan sehingga mengurangi antrean yang panjang. Di samping itu juga, imbuhnya, dapat memenage jika hasil tes tersebut selesai dalam waktu beberapa hari. “Jangan disitu mau berangkat, baru melakukan test PCR agar tidak menimbulkan masalah baru,” ungkapnya.
Sikap tegas Bobby Nasution terhadap penyediaan layananan test PCR mendapat sambutan baik dari dosen Ilmu Komunikasi FISIP USU Muhammad Zikri Asmara SIKom MIKom. Menurut Zikri, test PCR saat ini telah menjadi bagian dari kebutuhan seseorang. Di masa pandemi Covid-19 ini, ungkapnya, saat seseorang merasa tidak enak badan, batuk atau semacamnya akan langsung melakukan test PCR. Begitu saat hendak berpergian menggunakan pesawat, imbuhnya, juga membutuhkan test PCR






