E Sianipar langsung menyerahkan diri ke Polsek Labuhan Ruku, “karena sebelumnya Kapolsek Labuhan Ruku, AKP Feri Kusnadi telah mengultimatum agar pelaku segera menyerahkan diri,” ujarnya.
Sementara Bonar Sinaga ditangkap petugas di daerah Pematang Siantar, namun karena pelaku mencoba melawan petugas, diambil tindakan tegas dan terukur, tambahnya.
Terpisah, pemilik bus Sartika, Jhon Manalu, kepada wartawan Wappress menjelaskan, Sianipar merasa sakit hati karena diberhentikan menjadi supir bus miliknya.
“Sekitar tahun 2020 bus saya tarik, karena setoran tidak lancar, saya tidak sanggup lagi untuk menutupi lessing dan bayar cicilan hutang di bank,” ungkap Manalu.
Sianipar teman baik dan juga tetanggaku, dari baru bus kuambil kuserahkan sama dia, ujarnya.
“Untuk DP mobil aku meminjam uang di bank 100 juta, dan harus bayar lessing lagi, makanya aku sering nombok, belum dapat hasil dari bus. Sementara kehidupan Sianipar sudah lebih baik dari sebelumnya, artinya dia sudah dapat hasil dari bus Sartika milikku,” ulas Manalu.
Kalau Hendra baru pertama kali jalan membawa bus, selama ini aku yang bawa,”jadi dugaanku sasaran utamanya…ya aku,” terang Manalu.












