Calon korban yang tertarik kemudian diarahkan menuju grup Telegram yang telah disiapkan oleh jaringan tersebut.
Di dalam grup, tersangka MM diduga menjalankan peran sebagai admin. Korban diberikan sejumlah misi, antara lain menonton cuplikan film, dengan iming-iming bonus yang disebut dapat mencapai puluhan juta rupiah.
Pada tahap awal, keuntungan yang ditawarkan berkisar Rp100 ribu. Namun, korban kemudian diarahkan untuk melakukan deposit dengan mentransfer sejumlah uang ke rekening yang telah ditentukan.
Bayu menjelaskan pola tersebut dibuat agar korban percaya bahwa semakin besar dana yang disetorkan, semakin besar pula keuntungan yang bisa diperoleh.
βKorban diyakinkan bahwa semakin banyak tugas yang diselesaikan dan saldo yang ditambahkan, maka bonus yang diperoleh akan semakin besar,β jelas Bayu.
Persoalan muncul ketika korban hendak mencairkan saldo beserta bonus yang tercantum dalam akun mereka. Dana tersebut ternyata tidak dapat ditarik.
Korban kemudian kembali diminta melakukan transfer dengan alasan tertentu, termasuk harus memenuhi jumlah deposit yang dipersyaratkan sebelum saldo dan bonus dapat dicairkan.












