Menurut keterangan istri Bripka AS, suaminya sempat menyampaikan rencananya untuk membongkar pihak-pihak yang terlibat penggelapan pajak itu. Hal itu disampaikan Bripka AS kepada istrinya, usai dirinya dipanggil oleh AKBP Yogie Hardiman pada Senin (23/1) lalu.
“Almarhum pernah bercerita kepada istrinya mau membongkar seluruh kasus pajak itu supaya terang benderang, dia (AS) tidak mau kena sendiri,” kata Fridolin.
“Almarhum pun siap untuk dipenjara, bahkan dipecat dari kesatuannya. Jadi, dugaan kami jangan-jangan Bripka AS ini sengaja dibunuh untuk memutus mata rantai sistem penggelapan pajak di Samsat Pangururan,” ujarnya.
Setelah kasus itu terungkap, Fridolin menyebut ada juga pihak yang mengancam akan menyengsarakan keluarga dari Bripka AS. Menurut istri AS, ancaman itu dilakukan oleh AKBP Yogie.
“Berdasarkan cerita almarhum, yang diduga mengintimidasi itu Bapak Kapolres. Almarhum menceritakan diancam (Kapolres) akan disengsarakan anak dan istrinya,” sebutnya.
Kejanggalan lainnya yang dirasakan oleh pihak keluarga, yakni soal barang milik Bripka AS yang ditemukan di lokasi kejadian. Menurut Jenni Irene ada sejumlah barang yang diduganya bukan milik suaminya.












