Sementara itu, terkait program Laku Pandai OVOA, hingga November 2021 sebaran agen Laku Pandai telah mencapai 84,34%, atau sudah terdapat agen dari 6.110 desa se-Sumut. ” Pada tahun 2021, program OVOA diperkuat melalui pembentukan desa wisata, pendirian BUMDES Center. Saat ini telah terealisasi sebanyak tiga desa wisata di Kabupaten Deliserdang di antaranya Bumdes Selemak di Hamparan Perak, Bumdes Penen di Sibiru-biru dan BUMDes Liang di Pematang STM Hulu,” katanya.
Sementara itu, untuk program KEJAR berdasarkan posisi Juni 2021, dari total 3,43 juta pelajar SD/SMP/SMA di Sumut, tercatat sudah 25 juta pelajar memiliki rekening tabungan. “73% dari total pelajar dan telah melampaui target nasional sebesar 70% di akhir tahun 2021,” katanya.
Dari aspek ekonomi, lanjut Ijeck, dari tahun 2018-2021 pertumbuhan ekonomi Sumut tumbuh di atas rata-rata nasional, dimana pertumbuhan ekonomi Triwulan II 2021 sebesar 3,67% lebih tinggi 0,16 basis poin dibanding nasional. Untuk tingkat inklusi keuangan, Sumut mencapai 93,98% atau tertinggi kedua secara nasional setelah DKI Jakarta.
Melihat capaian ini, Dewan Komisioner OJK Bidang Edukasi dan Perlindungan Konsumen Sartijo memberikan apresiasi dan berharap kegiatan ini bisa terus berlanjut dan seluruh tim TPAKD untuk terus bekerja sama dalam mencapai akses keuangan yang baik.






