Dalam arahannya, Rico Waas menekankan bahwa ketiga PUD memiliki karakteristik, potensi, dan tantangan berbeda yang membutuhkan kepemimpinan kuat serta strategi yang tepat. Pemerintah Kota Medan, kata dia, tidak menuntut perubahan secara instan, melainkan perbaikan yang terukur dan berkelanjutan.
“Kami tidak menuntut perubahan yang instan, tetapi kami ingin perusahaan daerah bergerak dengan langkah yang terukur dan menjadi perusahaan yang sehat serta menghasilkan keuntungan secara benar,” ujarnya.
Secara khusus, Rico menyoroti PUD Pasar yang menghadapi perubahan pola belanja masyarakat dan perkembangan teknologi. Ia menekankan pentingnya pembenahan fasilitas, sistem pengelolaan, serta kebersihan pasar, sekaligus mendorong modernisasi agar pasar tradisional tetap diminati dan mampu mengakomodasi pelaku UMKM, termasuk generasi muda.
Untuk PUD Pembangunan, Rico meminta agar aset-aset daerah dikelola secara maksimal dan tidak dibiarkan terbengkalai. Pendekatan inovatif dan peluang investasi dinilai penting agar aset daerah memberikan nilai tambah dan memperkuat kinerja perusahaan.
Sementara terkait PUD Rumah Potong Hewan, Rico mengakui besarnya tantangan operasional yang dihadapi. Ia berharap direksi mampu menyusun strategi yang tepat guna meningkatkan kualitas layanan sehingga perusahaan dapat tumbuh menjadi badan usaha yang sehat dan berdaya saing.












