Ia menyebut asap karhutla telah mencapai Kota Medan dan meminta pemerintah memberikan perhatian serius terhadap penanganan kebakaran, dampak kabut asap, serta perlindungan warga di wilayah terdampak.
“Kawan-kawan bisa lihat dan rasakan, asap dari karhutla sudah sampai di Kota Medan, dan sudah banyak warga yang terkena dampak atas karhutla ini,” katanya.
Arif juga menyinggung angka kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) yang disebutnya mencapai 174.694 kasus di wilayah terdampak karhutla pada periode 18 Agustus hingga 21 September 2026.
Ia meminta agar penanganan karhutla tidak hanya berfokus pada pemadaman api, tetapi juga mencakup perlindungan kesehatan masyarakat, penanganan dampak kabut asap, dan keterbukaan informasi mengenai penetapan status kebencanaan nasional.
“Ketika Kementerian Kesehatan mencatat 174.694 kasus ISPA di wilayah terdampak karhutla pada 18 Agustus–21 September 2026, penanganan kebakaran, dampak kabut asap, dan perlindungan masyarakat harus menjadi prioritas. Kami juga menuntut transparansi mengenai penetapan status kebencanaan nasional,” ujar Arif.
Angka dan periode kasus ISPA tersebut masih perlu diverifikasi melalui data resmi Kementerian Kesehatan sebelum diterbitkan sebagai fakta terkonfirmasi.
Minta Dugaan Kekerasan terhadap Aktivis Diusut
Selain persoalan lingkungan, Arif turut menyoroti perlindungan kebebasan berpendapat dan dugaan tindakan kekerasan terhadap aktivis yang disebutnya melibatkan aparat.












