Peserta direncanakan berkumpul di kampus masing-masing sebelum bergerak menuju Taman Kebun Bunga, Kantor DPRD Provinsi Sumatera Utara, dan kawasan Lapangan Merdeka, Medan.
Dalam dokumen rencana aksi, AMSUB mencantumkan enam tuntutan utama:
-
Meminta pertanggungjawaban politik Presiden Prabowo Subianto terkait penanganan bencana.
-
Meminta pemeriksaan dan keterbukaan dokumen pendidikan Gibran Rakabuming Raka melalui mekanisme hukum.
-
Mendorong DPR RI memproses persoalan terkait Gibran melalui mekanisme konstitusional.
-
Mendesak penanganan karhutla secara mendesak dan terkoordinasi.
-
Meminta evaluasi prioritas anggaran program strategis nasional, termasuk MBG, agar kebutuhan pendidikan, kesehatan, mitigasi bencana, dan pemulihan masyarakat tetap diperhatikan.
-
Mendesak efisiensi anggaran yang konsisten dengan mengurangi belanja yang dinilai tidak prioritas dan mengarahkan penghematan untuk perlindungan masyarakat.
Rencana aksi tersebut juga mencantumkan agenda mimbar bebas, orasi akademik, konferensi pers, dan aksi teatrikal. Pelaksanaan seluruh agenda serta jumlah peserta yang hadir masih perlu dipastikan pada hari kegiatan.












