Pernyataan tersebut merupakan pandangan dan kritik politik Arif. Adapun klaim mengenai ijazah atau riwayat pendidikan pejabat publik harus didasarkan pada dokumen dan informasi yang dapat diverifikasi.
Arif selanjutnya menyoroti kualitas pendidikan di Indonesia. Menurutnya, orientasi pendidikan tidak semestinya hanya berpusat pada ijazah dan peluang memperoleh pekerjaan, tetapi juga harus mendorong pengembangan pola pikir, literasi, ilmu pengetahuan, serta penelitian.
โKetika perut lebih dipentingkan daripada otak, kita sadar bahkan kualitas pendidikan di Indonesia sangat menurun. Ilmu pengetahuan, literasi, dan riset dianggap tidak penting karena tidak menghasilkan uang secara instan. Sekolah atau kuliah hanya dikejar demi selembar ijazah untuk mencari kerja, bukan untuk mengubah pola pikir,โ katanya.
Ia turut mengkritik pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG), dengan menyoroti laporan mengenai siswa yang mengalami keracunan setelah mengonsumsi makanan dari program tersebut.
Arif meminta pelaksanaan program dievaluasi agar aspek keamanan pangan, pengawasan distribusi, kualitas makanan, dan keselamatan siswa mendapat perhatian serius.












