sedangkan AP sendiri ketika dikonfirmasi wartawan mengatakan,kami pegawai honorer ini diperlakukan kadang tidak manusiawi,disuruh kerja 24 jam tapi tidak ada fasilitas apapun yg kami terima kecuali gaji pokok,saya berharap bapak gubernur memperhatikan nasib kami pegawai rendahan ini yang sering diperlakukan sewenang wenang oleh oknum oknum atasan kami,tenaga kami diperas darah kami dihisap,kami dipekerjakan tidak sesuai SOP ,UU Cipta kerja dan UU tenaga kerja,tapi ketika kami hanya membuat sedikit kesalahan,kami ditekan dan diancam,dipecat dan gaji yang menjadi Hak kamipun tidak diberikan,dan banyak lagi hal hal yang kami alami ketika bekerja yang nyawa kami Sebagai taruhannya tapi kami tidak pernah dihargai,tutur AP,sebagai pemimpin seharusnya beliau bertanya kenapa saya tidak absen kenapa saya tidak masuk,saya tidak absen karena memang saya dikeluarkan dari semua Group,saya tidak tahu penyebab nya,walau saya tidak bisa absen tapi saya tetap jaga di pintu air karena itu kewajiban saya,dan penyebab saya tidak masuk kerja karena saya harus mengurusi ibu saya yang sakit,karena ibu saya tidak bisa bangun dari tempat tidur ,sebagai anak saya harus berbakti apalagi ibu saya sudah sendiri ,saya sebagai anak tertua harus bertanggung jawab mengurus ibu saya,tutur AP.
Arrogansi Oknum Kasie Pemel Sudin SDA Jaksel menahan gaji dan mengancam akan memecat Pegawai Honorer






