Dairi, kedannews.com – Kabupaten Dairi Tahun 2022 ditetapkan sebagai lokasi fokus intervensi penurunan stunting di Indonesia. Angka prevalensi stunting tercatat sebesar 38,37%.
Melalui upaya dan kerjasama antar lintas sektor dan lintas program dari semua lini dalam rangka percepatan penurunan stunting serta komitmen bersama yang digalang dalam wujud rembuk stunting baik tingkat desa sampai kepada tingkat kabupaten maka angka prevalensi stunting turun menjadi 28,6% di tahun 2022.
Demikian disampaikan Kepala Bappeda Kabupaten Dairi Aryanto Tinambunan dalam Forum Koordinasi Percepatan Penurunan Stunting Kabupaten Dairi tahun 2023, di Hotel Mutiara, Sidikalang, Rabu (8/11/2023).
βMisalnya Dinas Kesehatan Kabupaten Dairi memiliki intervensi dalam hal identifikasi ibu hamil yang dilakukan di Posyandu dan home visit, pemberian minimal 90 TTD bagi ibu hamil, pemberian TTD bagi remaja putri ke sekolah, edukasi pemberian ASI Eksklusif pada pelaksanaan kelas ibu, edukasi tentang pemberian MP ASI bagi anak 6 β 23 bulan di kelas ibu balita, melakukan tata laksana gizi buruk pada balita, pemantauan tumbuh kembang balita di Posyandu, edukasi pemberian tambahan asupan gizi pada balita gizi kurang, pemberian Imunisasi Dasar Lengkap pada balita, pelaksanaan Pemicuan Stop Buang Air Besar Sembarangan (BABS), melakukan monitoring kepemilikan jamban, pelaksanaan verifikasi jamban, sosialisasi perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) di Posyandu, serta pendampingan kader Posyandu dalam melakukan timbang ukur,β ucapnya.












