Dalam dialog tersebut, petani juga menyampaikan kebutuhan fasilitas penyimpanan bibit bawang merah. Permintaan itu direspons langsung oleh Bupati yang menyatakan kesiapan pemerintah daerah untuk menyiapkan gudang pembibitan guna menjaga kualitas dan ketersediaan bibit pada musim berikutnya.
Selain aspek produksi, perhatian juga diarahkan pada keberlanjutan pemasaran. Pemerintah Kabupaten Deli Serdang mengarahkan agar hasil panen tidak hanya bergantung pada penjualan pasar tradisional, tetapi juga masuk ke rantai pasok program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah sekitar.
âKita tidak mau hanya sekadar panen tanpa memastikan langkah selanjutnya berjalan atau tidak. Jadi, setelah panen, selain dijual langsung ke kios-kios sekitar, Pemkab mendorong untuk dipasok ke koperasi merah putih juga agar menjadi suplai bagi dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG),â tegas Bupati.
Sebagai tindak lanjut pemasaran, Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Karanganyar ditunjuk untuk menyerap bawang merah hasil panen dari demplot bawang merah umbi di Desa Sidodadi Ramunia.
Sebelumnya, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Deli Serdang, Elinasari Nasution, menjelaskan bahwa lahan tersebut selama ini digunakan untuk padi. Melalui demplot, petani didorong mencoba pola tanam padiâpalawija sebagai strategi diversifikasi.






