“Jika hasilnya baik dan menguntungkan, maka pola tanam padi–palawija ini akan kita lanjutkan. Alhamdulillah hasil hari ini menguntungkan,” ujar Elinasari.
Usai panen bawang merah, kegiatan dilanjutkan dengan panen padi di lahan Poktan Jaya Tani yang masih berada di desa yang sama. Total luas lahan sawah kelompok tani tersebut mencapai 70 hektare.
Dalam sesi dialog lanjutan, petani menyampaikan keterbatasan alat mesin pertanian, khususnya transplanter, yang dinilai penting agar mereka dapat mengikuti program tanam dan panen serentak.
“Selama ini, proses tanam masih mengandalkan tenaga ibu-ibu tani, gak sanggup juga, Pak. Makanya, kadang kami gak bisa ikut tanam serentak,” ungkap salah seorang petani.
Keluhan lain yang muncul adalah persoalan aliran air dari kawasan Kebun Kualanamu yang mengalir ke area persawahan dan menjadi tumpuan pembuangan, sehingga mengganggu produktivitas lahan.
Menanggapi hal tersebut, Bupati meminta camat setempat melakukan pengecekan lapangan serta mengoordinasikan pengerukan sedimen yang menjadi hambatan aliran air.
“Setelah dari sini, tolong dirembukkan aliran mana saja yang menjadi keluhan petani dan selesaikan. Kalau butuh bantuan alat, segera laporkan,” perintah Bupati.






