Menurut Bobby Nasution, Kota Medan merupakan kota yang multikultural dengan keberagaman budaya di Medan maka akan menjadi kekuatan yang besar untuk mempercepat pembangunan. Oleh karena itu dengan kebijakan ini Bobby Nasution menghimbau agar seluruh ASN dan P3K tidak hanya menyewa, tetapi datang langsung dan membeli baju adat di pelaku UMKM.
“Saya menghimbau para ASN dan P3K untuk dapat mengenakan dan membeli langsung pakaian adat ke pelaku UMKM yang ada di kota Medan. Dengan membeli tentunya akan membantu para pelaku UMKM yang terdampak di masa Pandemi Covid-19,” Jelas Bobby Nasution.
Kebijakan Wali Kota Medan terkait ASN dan P3K mengenakan baju adat mendapat dukungan dan apresiasi dari Dosen Ilmu Budaya Universitas Sumatera Utara, Dian Marisha S.S M.Si. Menurutnya kebijakan tersebut sangat tepat karena dapat menumbuhkan kembali nilai kebudayaan khususnya bagi generasi muda. Artinya dengan kebijakan baju adat para ASN dan P3K secara otomatis akan memperkenalkan kebudayaan kepada generasi muda Kota Medan.
“Nilai kebudayaan ini minimal diperkenalkan di lingkup yang paling kecil yakni keluarga. Artinya dengan kebijakan ini paling tidak ASN dan P3K setiap minggunya akan mengenalkan kebudayaan kepada keluarganya khususnya anak yang ada di rumahnya,” Jelasnya.












