Sementara itu, Tim SAR Batalyon A Pelopor bergabung dengan personel gabungan dalam proses pencarian sekaligus evakuasi korban. Seluruh rangkaian kegiatan dilaksanakan sesuai prosedur operasional guna mendukung penanganan keadaan darurat secara cepat, aman, dan profesional.
Selain personel Brimob, proses penanganan juga melibatkan Polrestabes Medan, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan, tim kesehatan, serta sejumlah instansi terkait. Kolaborasi tersebut difokuskan pada pengamanan area, evakuasi korban, hingga mendukung proses olah tempat kejadian perkara.
Kombes Pol. M. Rendra Salipu menjelaskan, kehadiran personel dengan kemampuan khusus merupakan bentuk kesiapsiagaan Brimob dalam memberikan dukungan terhadap penanganan insiden yang berpotensi mengancam keselamatan masyarakat.
“Kami mengerahkan puluhan personel Tim Jibom dan KBR Detasemen Gegana serta Tim SAR Batalyon A Pelopor untuk mendukung proses penanganan di lokasi ledakan. Seluruh personel bekerja sesuai dengan tugas dan fungsinya masing-masing guna memastikan lokasi aman, membantu proses evakuasi, serta mendukung penyelidikan yang dilakukan oleh kepolisian,” ujar Kombes Pol. M. Rendra Salipu.












