Desakan serupa juga disampaikan Ketua Solidaritas untuk Aksi dan Rakyat Sumatera Utara (SUARA SUMUT), Tomi Syahputra. Ia meminta Menteri Imipas yang dijadwalkan hadir di Sumatera Utara agar segera mencopot Kepala Rutan Labuhan Deli Eddy Junaedi serta pejabat BHPT berinisial AK jika dugaan tersebut terbukti.
“Kami mendesak agar kehadiran Bapak Menteri Imipas Agus Adrianto yang kami banggakan pada esok hari dapat memberikan ketegasan kepada bawahan yang diduga menyalahgunakan kekuasaan untuk mendapat sejumlah uang dengan membuat bilik asmara bagi warga binaan,” kata dia.
Tomi juga mengungkapkan dugaan adanya aliran dana dari penyewaan bilik asmara tersebut. Berdasarkan informasi yang dihimpun pihaknya, uang hasil penyewaan diduga disetorkan kepada pejabat BHPT berinisial AK dan kemudian mengalir ke atasan di Rutan Labuhan Deli.
“Kami juga mendapatkan informasi adanya setoran rutin yang diduga diberikan langsung ke pejabat BHPT inisial AK lalu mengalir ke atasan usai tempat maksiat tersebut disewakan,” ungkapnya.
Menurut Tomi, kondisi tersebut bertolak belakang dengan fungsi rutan sebagai tempat pembinaan dan pembentukan kesadaran hukum bagi warga binaan. Ia menilai praktik tersebut justru berpotensi memperburuk perilaku narapidana.












