Selain itu dalam upaya membina dan membangkitkan UMKM, Bobby Nasution telah menginstruksikan kepada OPD terkait bekerja sama dengan semua pihak, termasuk Bank BRI, Telkom Sumatera, Bank Sumut dan PT Permodalan Nasional Madani (PNM) Medan untuk membentuk tim. Dikatakannya, tim itu nantinya harus dapat menentukan target berapa pelaku UMKM yang akan dibantu baik secara finansial, pelatihan maupun pembinaan. Bantuan yang diberikan, jelasnya, harus berdasarkan kelas yakni ultra mikro, mikro, kecil dan menengah.
Keinginan Bobby Nasution untuk membawa UMKM Medan Go Nasional mendapat apresiasi dan dukungan dari dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sumatera Utara (USU) Wahyu Ario Pratomo. Dikatakan Wahyu, strategi yang dilakukan itu sebagai upaya untuk memperluas jangkauan pasar UMKM Kota Medan. Saat ini, ungkapnya, sebagian besar UMKM hanya mengisi pasar lokal. Kondisi tersebut disebabkan teknik pemasaran yang dilakukan masih secara konvensional, seperti berjualan di toko, rumah atau pasar dengan menunggu konsumen datang membeli.
Tidak itu saja sebut Wahyu, UMKM Kota Medan juga belum siap untuk menjual barang yang diperdagangkannya keluar daerah karena tidak memiliki informasi terkait permintaan barang yang dihasilkannya di daerah lain. Untuk itu, imbuhnya, langkah yang dapat diambil dengan mengenalkan UMKM Kota Medan kepada teknologi. Dikatakannya, UMKM Kota Medan harus adaptif terhadap teknologi informasi untuk memasarkan barangnya di luar Kota Medan.






